Dear kamu,
Ungkapan cinta itu buta, tuli, mati rasa, mungkin berlaku bagiku. Aku tak mempedulikan apapun, asal aku bisa membahagiakanmu. Aku bisa menahan nafasku hingga sesak, aku bisa menahan lidahku untuk tak mengucapkan apapun, aku bisa terus terjaga berhari-hari, apapun kulakukan jika memang itu yang kau mau dariku. Aku hanya ingin menjadi seseorang yang special untukmu, seseorang yang nomor satu di hatimu. Tak mengapa jika aku tak bersikap apa adanya, asal engkau bahagia. Aku bisa terus memasang senyuman di hadapanmu, aku bisa tertawa lepas meski leluconmu sama sekali tidak lucu, aku bisa berakting menjadi siapapun yang kau mau. Apapun akan kuberikan asal engkau senang.
Memangnya kenapa? Tak usahlah dahimu mengernyit seheran itu. Aku memang bisa melakukannya kok.
Meski begitu, aku tetaplah manusia. Tetapi, bukan berarti aku ingin mengeluh. Tidak sama sekali. Aku hanya ingin kau ingat, bahwa aku juga punya hati, meski tindakanku seperti mesin. Itu kan hanya tuntutan profesi. Iya kan? Aku tetaplah manusia, manusia biasa yang akan terluka jika terjatuh, yang berdarah jika tergores, yang bisa hancur remuk redam jika ditekan. Dan kata-katamu, perwakilan alat kesakitan yang selalu terngiang di telingaku. Tajam mengiris hatiku. Awalnya kau manis, mendukung segala upayaku. Lalu kau berubah sinis, dan merendahkan diriku. Tak mengapa, karena aku juga manusia, yang tetap punya cinta meski terluka.
Aku bisa berpura-pura menjadi mesin, yang semangatnya tinggal dipencet di tombol yang tepat. Aku akan menjadi mesin yang baik, karena itulah tugasku. Bisa kutahan semua hina dan cela, segala makian di dunia, asal itu tak berasal darimu. Jika sikap seperti itu yang kau inginkan dariku, maka akan kulakukan meski kurasa itu menyakitkan. Kau hanya perlu ingat, bahwa aku juga bisa kesakitan.
Karena aku hanyalah manusia, manusia biasa yang punya segala rasa. Dan aku adalah manusia lemah dan tak berdaya, yang hidup bergantung pada yang lainnya.
Aku akan bertahan, sampai aku muak dan tak lagi bisa menahan lebih banyak lagi, entah kapan.

0 komentar:
Posting Komentar